berdetak dada ini seribu kali lebih kencang
ketika melihat kau duduk, berjalan, ataupun terbayang
tiada pernah sedetikpun kau pernah mendengar jerit sayang
betapa cinta ini tak pernah terperikan bak suasana perang
dalam benak sayang ini, hanya dirimulah kekasih hati
tiada pernah orang lain kan dapat mengganti
hanya dirimulah kekasih dalam kata, pikir dan hati
namun tak pernah kau dengar jerit auman cinta di hati
kau memang seorang yang menjadi pijar banyak mata
setiap orang disana pastilah menaruh harap
padamu, hingga kesombongan menerpa
tiada orang bisa memiliki cintamu karenanya
waktupun berjalan,
hingga kau kehilangan yang terbaik
hanya kesetiaan yang kupunya
dan sekerat cinta sistemik
bukankah cinta ini milikku
yang dapat kuapakan semauku
diriku, cintaku dan jiwaku
sepenuhnya menyesal atas rayuanmu
tak pernah lagi kau kan hadir
meski dengan sejuta tabik mengalir
aku, diriku, rohku, jiwaku tiada getir
meninggalkanmu dalam raungan mengalir
trimakasih Tuhan,
talah kau perjumpakan
diriku dengan sang menawan
harapan jiwa seluas awan.





ahmad rosidi Reply:
March 12th, 2010 at 6:57 am
aku yo bingung kih
:)
[Reply]